skip to main | skip to sidebar

Afiq Adde Afrizal

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hobi
  • Galeri
  • Kontak ku

Minggu, 02 Desember 2012

Diposting oleh Unknown di 20.28

Brigata Curva Sud PSS Sleman : Anomali Suporter Kreatif Sepakbola Indonesia


Dalam laman Jakarta Globe Blogs (JG Blogs) dimuat satu tulisan yang membuat saya tertarik untuk membaca isinya. Tulisan itu ditulis oleh Antony Sutton, seorang blogger yang dalam profilnya disebutkan sebagai seorang fans Arsenal yang ingin meng-capture keindahan sepakbola di Asia Tenggara. Tulisan itu berbicara mengenai Brigata Curva Sud, kelompok supporter pendukung tim dari kota kecil, PSS Sleman. Baginya, Brigata Curva Sud (BCS) adalah hal yang baru pertama kali ditemui di tengah-tengah citra buruk supporter sepakbola Indonesia. Dengan semangat ala ultras yang dibawanya, BCS mewarnai tribun selatan Stadion Maguwoharjo ketika PSS bertanding.
Saya jadi ingin menulis sesuatu tentang BCS. Jika selama ini Sleman identik dengan Slemania, yang pernah menjadi supporter terbaik di Indonesia, maka kemapanan itu mulai diusik dengan keberadaan BCS. Saya tidak tahu persis kronologis berdirinya BCS. Namun saya mencatat BCS mulai menampakkan eksistensinya pada kompetisi Divisi Utama musim 2009/2010. Saya yang selalu menyaksikan pertandingan PSS Sleman dari tribun sebelah timur mengamati sekelompok supporter PSS berbaju hitam yang gemar menyanyikan chants berbahasa asing untuk mendukung PSS Sleman. Kelompok supporter berbaju hitam tersebut awalnya bukanlah kelompok yang besar, hanya terdiri dari beberapa puluh orang. Musim selanjutnya, sepertiga tribun kuning, yang kira-kira berkapasitas total 7.000 orang dipenuhi oleh supporter berbaju hitam. Saat itu saya masih menyebut kelompok tersebut dengan nama Ultras PSS, meskipun sebenarnya nama Brigata Curva Sud sudah mulai eksis. Musim 2011/2012 ini jumlah supporter berbaju hitam yang menyebut dirinya sebagai BCS semakin bertambah banyak. Pada pertandingan kandang terakhir musim 2011/2012 yang lalu, saat PSS melawan PPSM KN Magelang, seluruh tribun kuning dipenuhi oleh pasukan BCS. Semua yang ada di tribun kuning ikut berdiri dan bernyanyi sepanjang 2x 45 menit. Hal ini menghadirkan suasana mistis yang menggetarkan di stadion Maguwoharjo Sleman.
Apa yang menjadi cirri khas BCS dalam memberikan dukungan bagi PSS Sleman? Ciri yang paling khas adalah BCS selalu mengenakan kaos berwarna hitam dan memberlakukan wajib bersepatu ketika menyaksikan PSS bertanding. Keringat pemain yang berlari-lari sepanjang 2x 45 menit di lapangan harus diapresiasi dengan sopan. Caranya adalah dengan berpenampilan pantas ketika menyaksikan PSS berlaga. BCS berdiri dan bernyanyi selama 2 x 45 menit tanpa henti. Lagu-lagu (chants) yang dinyanyikan hampir semua adalah lagu baru yang belum pernah dinyanyikan oleh kelompok supporter lain di Indonesia. Ada satu lagu yang dijiplak dari lagu yang dinyanyikan oleh Curva Sud Milano (Suporter AC Milan) dan beberapa lagu berbahasa Inggris. Pada saat babak kedua akan dimulai, BCS akan melakukan koreo. Koreo ini merupakan kombinasi gerakan menggunakan kertas warna-warni dan membentuk pola tertentu. Koreo ini lazim dilakukan oleh supporter-suporter di Italia. Di Indonesia, banyak kelompok supporter melakukan gerakan koreo ini. Yang membedakan dari BCS adalah mereka berani menciptakan bentuk-bentuk yang sulit melalui koreo tersebut. Dan di akhir pertandingan, BCS selalu melakukan pyro show. Hal ini juga sudah banyak dilakukan oleh supporter sepakbola di Indonesia. Hanya saja aksi pyro show yang sedikit unik pernah dilakukan BCS pada musim 2010/2011 yang lalu kala menjamu Persebaya. Saat itu BCS menyalakan kembang api dan berjajar memanjang di sepanjang tribun selatan.
1339131454449218658
Koreo BCS Saat PSS vs PPSM KN (27/5)
BCS di dalam memberikan dukungan bagi PSS Sleman berusaha menghindari lagu-lagu yang berbau rasis atau ancaman secara verbal. Jika biasanya supporter sepakbola Indonesia sering mengintimidasi lawannya dengan lagu “dibunuh saja”, BCS tidak pernah menyanyikan lagu dengan kalimat seperti itu. Tidak pernah pula BCS menyanyikan lagu-lagu yang menghina supporter tim lain. Meskipun sempat terlibat perseteruan dengan kelompok supporter lain, BCS tidak pernah merendahkan nama supporter lain ketika memberikan dukungan bagi PSS.
BCS adalah anomaly bagi supporter sepakbola Indonesia, yang baru saja tercoreng moreng namanya gara-gara empat nyawa melayang atas nama supporter sepakbola. Meskipun aksinya tergolong garang, namun BCS berusaha menghapuskan image kekerasan dan intimidasi berlebihan ketika mendukung tim kebanggaannya melalui tingkah laku mereka di stadion. Selain dukungan penuh yang diberikan di dalam lapangan, BCS juga terkenal tertib membeli tiket. Bagi mereka, menonton pertandingan dengan membeli tiket dengan harga penuh merupakan salah satu bentuk dukungan bagi tim kesayangannya. Di tengah banyaknya supporter sepakbola yang berusaha mencari gratisan untuk menonton tim kesayangannya bertanding, apa yang dilakukan oleh BCS ini merupakan hal yang patut untuk dicontoh.
Saya bukan seorang BCS. Saya bukan juga Slemania yang setia duduk di tribun hijau (tribun yang diperuntukkan bagi Slemania). Saya adalah pendukung PSS Sleman yang dari dulu sampai sekarang selalu ijen (sendirian). Saya tidak pernah bergabung dengan komunitas apapun. Bahkan ketika PSS Sleman bermain di Palangkaraya minggu lalu saya ikut menyusul ke sana sendirian. Namun saya kagum dengan rekan-rekan BCS. Militansi yang mereka tunjukkan membuat saya semakin mencintai PSS. Bukan hanya saya yang kagum. Banyak penonton di tribun merah berlomba-lomba mengabadikan aksi koreo yang menawan dari BCS. Bagi saya BCS adalah setetes air segar bagi persepakbolaan Indonesia. Rasa cinta yang besar bagi tim kesayangannya tidak harus ditunjukkan dengan intimidasi berlebihan bagi tim lawan dan tindak-tindak anarkisme. BCS tidak mengenal koalisi-koalisi-an. Siapapun supporter sepakbola, asal tidak membuat ulah adalah teman. Seandainya militansi tanpa kekerasan ala BCS ini bisa ditularkan ke seluruh Indonesia, saya pikir tidak perlu lagi ada korban selanjutnya yang jatuh hanya gara-gara berbeda kostum.
Selama masih satu Indonesia, tidak ada alasan untuk gontok-gontokan.
13391315551558726379
Koreo BCS Saat PSS vs Persik Kediri

0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Kamis, 29 November 2012

Kepedulian Brigata Curva Sud

Diposting oleh Unknown di 19.00

Brigata Curva Sud PSS Kumpulkan Dana Rp25,4 Juta di Charity Night Untuk Korban Kekerasan

BCS-PSSCharity Night yang digelar suporter PSS Sleman, Brigatta Curva Sud (BCS) di kantor Kecamatan Depok Sleman, Jumat (1/6) malam berhasil mengumpulkan dana Rp25.426.000.
Dana tersebut diperoleh melalui pelelangan jersey asli pemain maupun mantan pemain PSS serta penjualan berbagai pernak pernik sepak bola. Seluruh dana yang terkumpul tersebut akan diserahkan kepada tiga korban penganiayaan anggota BCS yang terjadi beberapa waktu lalu yaitu Pandu, Wahyu dan Alfian.
Selain acara lelang, BCS juga mendeklarasikan antikekerasan. Pelelangan melibatkan suporter maupun pejabat yang hadir.
Jersey Anderson akhirnya menjadi jersey dengan angka lelang termahal yaitu Rp 3juta atas nama Aviandi Okta Maulana yang tidak lain anak Bupati Sleman, Sri Purnomo. Disusul jersey Seto Nurdiantoro yang dihargai Rp2juta atas nama Gustan Ganda dan jersey Sinang Jono Rp1juta yang dimenangkan direktur PSS, Supardjiono.
Selain tiga jersey dengan angka lelang termahal juga ada puluhan jersey lain milik Bambang Pamungkas, Kurniawan DY, M. Eksan, Eka Santika, Anang Hadi, Nanda Nasution, Agus Purwoko, Agung Prasetya, serta sepatu Irfan Bachdim.(ali/harjo)
Suporter Timnas Akan Nyanyi Iwak Peyek di Malaysia November 28, 2012 in Sepakbola Suporter Indonesia 250x154 Suporter Timnas Akan Nyanyi Iwak Peyek di MalaysiaKuala Lumpur (CiriCara.com) – Para suporter tim nasional Indonesia yang berada di Malaysia akan memberikan dukungan penuh pada skuad Garuda. Untuk menambah semangat Bambang Pamungkas dkk, mereka akan menyanyikan yel-yel terbaru mereka. Koordinator Komunitas Suporter Indonesia di Malaysia, Luki Ardianto mengaku sudah melakukan pertemuan dengan pendukung Timnas di Malaysia. Hal ini dilakukan agar para pendukung bisa kompak saat menyaksikan laga Indonesia lawan Singapura, Rabu (28/11/2012) nanti. “Tadi malam kami berkumpul di daerah Bukit Bintang untuk melakukan koordinasi mendukung Timnas melawan Singapura,” tutur Luki, seperti dikutip dari Tempo.co. Pertemuan tersebut melibatkan hampir semua elemen suporter Indonesia yang ada di Malaysia. Diantaranya yang hadir adalah Bonek, Maczman, Viking, Persik, komunitas Kakus, dan suporter lainnya. Rencananya, Cak Tulus, dirigen senior Bonek juga akan ikut serta mengkoordinir suporter Timnas. Luki menjelaskan, lagu dan yel-yel khas suporter Indonesia rencananya akan disebar melalui pesan singkat dan jejaring sosial. Tujuannya agar semua pendukung Timnas bisa menyuarakan yel-yel dengan kompak. Pasalnya, beberapa yel-yel ada yang diubah liriknya. Berikut lirik lagu atau yel-yel yang disiapkan suporter Timnas di Malaysia, seperti dikutip dari Tempo.co, Rabu 28 November 2012: Hari ini kutinggalkan pekerjaan Siap2 kumenonton pertandingan Orang bilang aku ini kesurupan Demi Indonesia akan ku lakukan Indonesia hoo..oo Indonesia hoo..oo Garuda di dadaku Garuda Kebanggaanku Kuyakin hari ini pasti menang… Iwak peyek iwak peyek iwak peyek sego jagung Sampek elek sampek tuek sampek matek Kumendukungmu… Indonesia Jago Indonesia Jago, Lawannya Goblok… Luki menuturkan, para suporter diminta untuk berkumpul sejak 15.00 waktu setempat di pintu II Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Mereka akan melakukan latihan terlebih dahulu sebelum beraksi di pertandingan Indonesia lawan Singapura. Sebelumnya, Timnas Indonesia bermain kurang baik saat melawan Laos di pertandingan perdana Piala AFF 2012, Minggu (25/11/2012) lalu. Saat itu ada ribuan suporter yang datang untuk menyaksikan pertandingan. Namun sayang, pertandingan berakhir dengan skor imbang 2-2. Akankah Timnas Indonesia akan menang saat lawan Singapura? Kita lihat saja nanti. (YG)

Read more at: http://ciricara.com/2012/11/28/suporter-timnas-akan-nyanyi-iwak-peyek-di-malaysia/
Copyright © CiriCara.com
Suporter Timnas Akan Nyanyi Iwak Peyek di Malaysia November 28, 2012 in Sepakbola Suporter Indonesia 250x154 Suporter Timnas Akan Nyanyi Iwak Peyek di MalaysiaKuala Lumpur (CiriCara.com) – Para suporter tim nasional Indonesia yang berada di Malaysia akan memberikan dukungan penuh pada skuad Garuda. Untuk menambah semangat Bambang Pamungkas dkk, mereka akan menyanyikan yel-yel terbaru mereka. Koordinator Komunitas Suporter Indonesia di Malaysia, Luki Ardianto mengaku sudah melakukan pertemuan dengan pendukung Timnas di Malaysia. Hal ini dilakukan agar para pendukung bisa kompak saat menyaksikan laga Indonesia lawan Singapura, Rabu (28/11/2012) nanti. “Tadi malam kami berkumpul di daerah Bukit Bintang untuk melakukan koordinasi mendukung Timnas melawan Singapura,” tutur Luki, seperti dikutip dari Tempo.co. Pertemuan tersebut melibatkan hampir semua elemen suporter Indonesia yang ada di Malaysia. Diantaranya yang hadir adalah Bonek, Maczman, Viking, Persik, komunitas Kakus, dan suporter lainnya. Rencananya, Cak Tulus, dirigen senior Bonek juga akan ikut serta mengkoordinir suporter Timnas. Luki menjelaskan, lagu dan yel-yel khas suporter Indonesia rencananya akan disebar melalui pesan singkat dan jejaring sosial. Tujuannya agar semua pendukung Timnas bisa menyuarakan yel-yel dengan kompak. Pasalnya, beberapa yel-yel ada yang diubah liriknya. Berikut lirik lagu atau yel-yel yang disiapkan suporter Timnas di Malaysia, seperti dikutip dari Tempo.co, Rabu 28 November 2012: Hari ini kutinggalkan pekerjaan Siap2 kumenonton pertandingan Orang bilang aku ini kesurupan Demi Indonesia akan ku lakukan Indonesia hoo..oo Indonesia hoo..oo Garuda di dadaku Garuda Kebanggaanku Kuyakin hari ini pasti menang… Iwak peyek iwak peyek iwak peyek sego jagung Sampek elek sampek tuek sampek matek Kumendukungmu… Indonesia Jago Indonesia Jago, Lawannya Goblok… Luki menuturkan, para suporter diminta untuk berkumpul sejak 15.00 waktu setempat di pintu II Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Mereka akan melakukan latihan terlebih dahulu sebelum beraksi di pertandingan Indonesia lawan Singapura. Sebelumnya, Timnas Indonesia bermain kurang baik saat melawan Laos di pertandingan perdana Piala AFF 2012, Minggu (25/11/2012) lalu. Saat itu ada ribuan suporter yang datang untuk menyaksikan pertandingan. Namun sayang, pertandingan berakhir dengan skor imbang 2-2. Akankah Timnas Indonesia akan menang saat lawan Singapura? Kita lihat saja nanti. (YG)

Read more at: http://ciricara.com/2012/11/28/suporter-timnas-akan-nyanyi-iwak-peyek-di-malaysia/
Copyright © CiriCara.com
Suporter Timnas Akan Nyanyi Iwak Peyek di Malaysia November 28, 2012 in Sepakbola Suporter Indonesia 250x154 Suporter Timnas Akan Nyanyi Iwak Peyek di MalaysiaKuala Lumpur (CiriCara.com) – Para suporter tim nasional Indonesia yang berada di Malaysia akan memberikan dukungan penuh pada skuad Garuda. Untuk menambah semangat Bambang Pamungkas dkk, mereka akan menyanyikan yel-yel terbaru mereka. Koordinator Komunitas Suporter Indonesia di Malaysia, Luki Ardianto mengaku sudah melakukan pertemuan dengan pendukung Timnas di Malaysia. Hal ini dilakukan agar para pendukung bisa kompak saat menyaksikan laga Indonesia lawan Singapura, Rabu (28/11/2012) nanti. “Tadi malam kami berkumpul di daerah Bukit Bintang untuk melakukan koordinasi mendukung Timnas melawan Singapura,” tutur Luki, seperti dikutip dari Tempo.co. Pertemuan tersebut melibatkan hampir semua elemen suporter Indonesia yang ada di Malaysia. Diantaranya yang hadir adalah Bonek, Maczman, Viking, Persik, komunitas Kakus, dan suporter lainnya. Rencananya, Cak Tulus, dirigen senior Bonek juga akan ikut serta mengkoordinir suporter Timnas. Luki menjelaskan, lagu dan yel-yel khas suporter Indonesia rencananya akan disebar melalui pesan singkat dan jejaring sosial. Tujuannya agar semua pendukung Timnas bisa menyuarakan yel-yel dengan kompak. Pasalnya, beberapa yel-yel ada yang diubah liriknya. Berikut lirik lagu atau yel-yel yang disiapkan suporter Timnas di Malaysia, seperti dikutip dari Tempo.co, Rabu 28 November 2012: Hari ini kutinggalkan pekerjaan Siap2 kumenonton pertandingan Orang bilang aku ini kesurupan Demi Indonesia akan ku lakukan Indonesia hoo..oo Indonesia hoo..oo Garuda di dadaku Garuda Kebanggaanku Kuyakin hari ini pasti menang… Iwak peyek iwak peyek iwak peyek sego jagung Sampek elek sampek tuek sampek matek Kumendukungmu… Indonesia Jago Indonesia Jago, Lawannya Goblok… Luki menuturkan, para suporter diminta untuk berkumpul sejak 15.00 waktu setempat di pintu II Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Mereka akan melakukan latihan terlebih dahulu sebelum beraksi di pertandingan Indonesia lawan Singapura. Sebelumnya, Timnas Indonesia bermain kurang baik saat melawan Laos di pertandingan perdana Piala AFF 2012, Minggu (25/11/2012) lalu. Saat itu ada ribuan suporter yang datang untuk menyaksikan pertandingan. Namun sayang, pertandingan berakhir dengan skor imbang 2-2. Akankah Timnas Indonesia akan menang saat lawan Singapura? Kita lihat saja nanti. (YG)

Read more at: http://ciricara.com/2012/11/28/suporter-timnas-akan-nyanyi-iwak-peyek-di-malaysia/
Copyright © CiriCara.com
Suporter Timnas Akan Nyanyi Iwak Peyek di Malaysia November 28, 2012 in Sepakbola Suporter Indonesia 250x154 Suporter Timnas Akan Nyanyi Iwak Peyek di MalaysiaKuala Lumpur (CiriCara.com) – Para suporter tim nasional Indonesia yang berada di Malaysia akan memberikan dukungan penuh pada skuad Garuda. Untuk menambah semangat Bambang Pamungkas dkk, mereka akan menyanyikan yel-yel terbaru mereka. Koordinator Komunitas Suporter Indonesia di Malaysia, Luki Ardianto mengaku sudah melakukan pertemuan dengan pendukung Timnas di Malaysia. Hal ini dilakukan agar para pendukung bisa kompak saat menyaksikan laga Indonesia lawan Singapura, Rabu (28/11/2012) nanti. “Tadi malam kami berkumpul di daerah Bukit Bintang untuk melakukan koordinasi mendukung Timnas melawan Singapura,” tutur Luki, seperti dikutip dari Tempo.co. Pertemuan tersebut melibatkan hampir semua elemen suporter Indonesia yang ada di Malaysia. Diantaranya yang hadir adalah Bonek, Maczman, Viking, Persik, komunitas Kakus, dan suporter lainnya. Rencananya, Cak Tulus, dirigen senior Bonek juga akan ikut serta mengkoordinir suporter Timnas. Luki menjelaskan, lagu dan yel-yel khas suporter Indonesia rencananya akan disebar melalui pesan singkat dan jejaring sosial. Tujuannya agar semua pendukung Timnas bisa menyuarakan yel-yel dengan kompak. Pasalnya, beberapa yel-yel ada yang diubah liriknya. Berikut lirik lagu atau yel-yel yang disiapkan suporter Timnas di Malaysia, seperti dikutip dari Tempo.co, Rabu 28 November 2012: Hari ini kutinggalkan pekerjaan Siap2 kumenonton pertandingan Orang bilang aku ini kesurupan Demi Indonesia akan ku lakukan Indonesia hoo..oo Indonesia hoo..oo Garuda di dadaku Garuda Kebanggaanku Kuyakin hari ini pasti menang… Iwak peyek iwak peyek iwak peyek sego jagung Sampek elek sampek tuek sampek matek Kumendukungmu… Indonesia Jago Indonesia Jago, Lawannya Goblok… Luki menuturkan, para suporter diminta untuk berkumpul sejak 15.00 waktu setempat di pintu II Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Mereka akan melakukan latihan terlebih dahulu sebelum beraksi di pertandingan Indonesia lawan Singapura. Sebelumnya, Timnas Indonesia bermain kurang baik saat melawan Laos di pertandingan perdana Piala AFF 2012, Minggu (25/11/2012) lalu. Saat itu ada ribuan suporter yang datang untuk menyaksikan pertandingan. Namun sayang, pertandingan berakhir dengan skor imbang 2-2. Akankah Timnas Indonesia akan menang saat lawan Singapura? Kita lihat saja nanti. (YG)

Read more at: http://ciricara.com/2012/11/28/suporter-timnas-akan-nyanyi-iwak-peyek-di-malaysia/
Copyright © CiriCara.com
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Diposting oleh Unknown di 18.55


Pemukulan Suporter Timnas di Bukit Jalil Malaysia
suporter2.JPG
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Gaya dan Aksi para suporter Timnas Indonesia saat melawan Timnas Singapura dalam laga Piala AFF 2012 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (28/11/2012). Kesetiaan mereka mendukung Timnas Indonesia menjadi penentu kemenangan Timnas Indonesia atas Singapura. Indonesia unggul atas Singapura dengan skor 1-0. Setelah pertandingan, beberapa suporter Indonesia dipukuli suporter Malaysia.

SURYA Online, KUALA LUMPUR — Seusai pertandingan Indonesia melawan Singapura dalam penyisihan Grup B Piala AFF 2012 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, ada insiden pemukulan. Beberapa suporter Indonesia dipukul suporter Malaysia.

Kronologi kejadian diawali saat para suporter Indonesia keluar dari stadion. Saat sudah berada di luar stadion, Sagir Alva (Ketua BP KNPI Malaysia) sedang berbincang-bincang dengan wartawan Metro TV dan Kompas TV. Tiba-tiba, ada keributan di belakang mereka, yaitu sekumpulan suporter Malaysia mengusir suporter Indonesia untuk segera keluar dari area Stadion Bukit Jalil.

Pada saat itu, tiba-tiba Sagir dipukul, mengenai hidung dan telinga kanannya. Bukan hanya dia, melainkan dua orang pengurus KNPI lainnya juga dipukuli oleh mereka berkali-kali dengan jumlah orang yang banyak. Bahkan, beberapa TKI juga ikut dipukuli oleh mereka.

Sebenarnya suporter Indonesia tidak tahu kenapa mereka (suporter Malaysia) mengusir dan memukuli suporter Indonesia. Padahal, di dalam stadion sedang berlangsung pertandingan antara Malaysia dan Laos.

Setelah dipukuli, Sagir beserta teman-teman lainnya berlarian dan dikejar-kejar oleh mereka, tetapi Sagir sempat menyelamatkan diri dan langsung naik kereta pulang ke Kajang, lalu membuat laporan ke polisi di Kantor Polisi Sungai Tangkas. Sedangkan salah satu pengurus KNPI lainnya membuat laporan polisi di daerah Bangi, tetapi tidak diterima laporannya karena tidak ada bukti.

0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Senin, 26 November 2012

Diposting oleh Unknown di 11.11


PSS-pscs8

Gallery BCS PSS 1976, PSS vs pscs

Kami tidak peduli dengan siapapun yang tidak menyukai kami. Kami punya atmosfer sendiri dibelakang gawang selatan, tempat kami berdiri, tempat kami memutus pita-pita suara dengan nyanyian dan teriakan yang lantang: PSS! Kami tidak peduli dengan siapapun yang tidak menyukai kami. Ada rantai yang erat mengikat kami di sini. Ada jabat tangan dari mereka. Dari para pendahulu yang tidak pernah lelah bermimpi tentang kejayaan. Ada senyum yang tersimpul saat mereka memasuki usia kepala 3 dan melihat kami menyanyi sama kerasnya dengan mereka. Senyum kami tersimpul sama melihat mereka yang meneteskan keringatnya melawan kelelahan hanya untuk bertahan sampai akhir pertandingan: kemenangan!














0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Diposting oleh Unknown di 11.08

64796_363113087042414_100000311764352_1188232_216805629_n

Choreo : Terobosan Baru Suporter PSS Sleman (BCS)

Inilah salah satu wujud kreatifitas dari “Brigata Curva Sud” (BCS), suporter PSS Sleman yang menempati tribun selatan. Kretifitas yang ditunjukkan suporter militan ini bisa jadi baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Biasanya, atraksi yang ditunjukkan oleh suporter di Indonesia menggunakan potongan kertas warna-warni yang berukuran kecil dan tidak membentuk pola yang jelas, namun BCS mencoba menghadirkan atraksi yang lebih indah dengan membuat choreo yang lebih menarik.

BCS telah melakukan 2 kali aksi choreo tersebut saat PSS Sleman menjamu tim Persikab Bandung dan Persepar Palangkaraya di Stadion Maguwoharjo Sleman. Pada saat PSS menjamu Persikab, BCS membuat choreo dengan membentuk pola garis-garis vertikal dengan warna kertas hitam-hijau. Lalu pada saat menjamu Persepar Palangkaraya, BCS membuat choreo dengan pola papan catur dengan kombinasi warna putih hijau.

Dalam pengerjaannya, aksi choreo ini harus melibatkan banyak massa dan perhitungan yang matang. Dukungan dari semua elemen sangat penting untuk mempermudah koordinasi. Selain kertas yang ukurannya telah disesuaikan, banyak properti pendukung yang harus disiapkan.

Choreo seperti ini telah banyak dilakukan oleh kelompok suporter di Eropa. BCS telah mampu menganalisis kejenuhan-kejenuhan suporter PSS yang monoton dalam memberikan dukungan kepada tim kebangaan dengan menghadirkan gaya dukungan lain yang terinspirasi dari suporter-suporter di dunia. Kita tidak malu mencontoh hal-hal baik dari manapun demi kemajuan PSS Sleman.

NO ONE LIKE US, WE DON’T CARE !!
 

0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Diposting oleh Unknown di 06.49

 

ORA MUNTIR! : Sebuah Review Musim Lalu

curva sud 5BCS ORA MUNTIR! Untuk kalian yang menjadi bagian dari BCS saya pastikan tak asing lagi dengan teriakan ini. Ora muntir sebagai slogan BCS yang selalu didengungkan bersama dimanapun, kapanpun, di kota manapun kalian singgah untuk mendukung PSS. Beberapa kali BCS terlibat keributan –yang sebenarnya biasa saja untuk pendukung sebuah klub sepakbola- dan pertarungan selalu berakhir dengan teriakan slogan ora muntir. Tapi sedangkal itukah slogan itu diteriakkan? Ora muntir sebagai slogan tidak takut berkelahi dengan siapapun.

Atas nama membela pemain yang dilempari oleh pendukung tim lawan, keributan antar pendukung klub sepakbola tidak pernah bisa disalahkan. Ora muntir dapat kita artikan sebagai tidak takut. Pada apapun! Tapi kita ada untuk PSS dan slogan ora muntir tidak melulu hanya tentang pertarungan kan? Ijinkan saya untuk kembali ke musim-musim sebelumnya, pertandingan awal musim. Panpel melarang kita masuk ke tribun kita sendiri dengan alasan akan digunakan untuk tim tamu, yang katanya akan datang dalam jumlah besar. Lantas kita berhenti dan pulang? Tidak, kita tetap tinggal dan bernyanyi di luar sama kerasnya sewaktu kita seharusnya bernyanyi di dalam. Tidak berdiri di tribun kita seharusnya tidak pernah sekalipun menyurutkan langkah kita. Hal sama terulang di pertandingan kandang kedua, kita terpaksa ada di tribun timur, tribun yang bukan tempat kita sebenarnya. Langkah, semangat, dan suara kita tidak habis di situ. Kita kembali bernyanyi sama kerasnya seperti kita bernyanyi di tribun kita seharusnya.

Bendera-bendera berkibar, bertambah banyak dari pertandingan satu ke pertandingan selanjutnya. Lagu-lagu bertambah riang, suara kita semakin lantang dari hari ke hari, dari tiket ke tiket yang kita beli di setiap laga. Sampai akhirnya kita mewujudkan mimpi bersama yang lama tertunda, koreografi. Dan tak pernah berhenti di satu titik, koreografi kita semua berkembang dari skala yang kecil sampai di akhir musim menjadi koreografi satu tribun penuh. Lawatan-lawatan laga tandang mengalami hal serupa, dari keberangkatan dengan jumlah kecil sampai keberangkatan dalam jumlah yang sangat besar. Melihat perkembangan inilah yang kemudian saya dapat mengatakan bahwa ora muntir yang dipahami sebagai tidak takut berkelahi dengan siapapun, dimanapun, dan kapanpun adalah ora muntir yang dipahami secara dangkal. Saya sendiri mencoba memahami ora muntir sebagai slogan yang mewakili kita semua, tingkah laku dan pola pikir kita, juga mewakili hasil perilaku kita. Ora muntir saya pahami sebagai tidak takut membuat bendera untuk PSS, walaupun kita semua memiliki keterbatasan yang sama, dana. Ora muntir saya pahami sebagai tidak takut mencoba untuk membuat koreografi untuk PSS, walaupun kita semua tahu bahwa koreografi bukanlah hal yang mudah. Ora muntir juga saya pahami sebagai tidak takut mendukung PSS dimanapun dan kapanpun, sampai akhirnya beberapa dari kita benar-benar mewujudkan mimpi untuk datang di lawatan pertandingan luar pulau.

Semua yang kita lakukan di musim-musim sebelumnya bukanlah hal yang mudah. Tidak dapat kita hindari dan kita pungkiri, anggapan bahwa BCS berkembang terlalu cepat memang agaknya benar adanya. Tapi bukan itu yang menjadi masalah kita di kemudian. Masalah yang menghantui kita sebenarnya adalah tantangan untuk berkembang lebih lagi baik dari segi koreografi, suara yang lantang, lagu-lagu penyemangat, bendera-bendera yang berkibat, kehadiran di stadion, dan masih banyak lagi sampai akhirnya kita semua dapat tersenyum dan berkata, “kita memang tidak dapat dihentikan.”

Kembali ke pertandingan musim lalu sebagai koreksi, PSIR Rembang melawan PSS Sleman. Lawatan besar kita dengan total 12 bis. Pertandingan dikuasai PSS Sleman dengan percobaan tendangan Trihandoko yang mengenai mistar lawan, Bogi bermain baik dengan menghalau serangan-serangan dari tim lawan, Andrid beberapa kali menembus pertahanan lawan dengan gesit. Tapi di waktu akhir PSS kecolongan dan tercipta 1 gol dari tuan rumah. Kita kalah di sana. Kita semua merasa kecewa, tak sedikit yang hampir menangis mengingat poin 1 di depat mata dan tinggal menunggu beberapa detik tersisa. Tapi apakah ini salah Bogi yang gagal menghalau bola? Apakah salah Bruno yang tidak menempel ketat lawannya? Salahkan Trihandoko yang gagal memasukkan bola?? Atau Andrid yang gagal mengeksekusi sentuhan akhir di depan penjaga gawang? Mereka bermain sepenuh hati, mencoba mendapatkan poin di kandang lawan. Sedangkan kita? Kalau kalian semua masih ingat, kita mengeluh karena panas matahari, suara kita tak selantang biasanya dengan alas an kita kekeringan, kita lelah, kita kepanasan, kita kita kita kita dan masih banyak alas an untuk mengelak. Kekalahan di Rembang saya katakan sebagai kesalahan kita semua yang lupa untuk tetap bernyanyi lantang, untuk tetap bersemangat di tribun, berjingkrak seperti orang gila seperti biasanya kita lakukan di tribun-tribun terdahulu. Kita semua lupa untuk itu, kita menyerah pada keadaan sampai akhirnya keadaan menghukum kita dengan kekalahan. Ora muntir sebenarnya menjadi slogan kita di pertandingan itu. Aku tidak takut panas matahari, aku tidak takut suaraku habis, aku tidak takut lelah berdiri, aku tidak takut apapun demi PSS! Dan percayalah, kalau slogan ora muntir sudah kita semua pahami seperti itu, mimpi PSS menjadi juara tak akan lebih lama lagi.
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Minggu, 25 November 2012

Diposting oleh Unknown di 07.42

Arti Ultras Dalam Sporter Sepak Bola

Apa Itu Ultras...???

Ultras mempelopori suporter yang amat terorganisir (highly organized) dengan gaya dukung 'teatrikal' yang kemudian menjalar ke negara-negara lain. Model tersebut sekarang telah begitu mendominasi di Prancis, dan bisa dibilang telah memberi pengaruh pada suporter Denmark 'Roligans', beberapa kelompok suporter tim nasional Belanda dan bahkan suporter Skotlandia 'Tartan Army'.

Model tersebut masyhur karena menampilkan pertunjukan-pertunjukan spektakuler meliputi kostum yang terkoordinir, kibaran aneka bendera, spanduk & panji raksasa, pertunjukan bom asap warna-warni, nyala kembang api (flares) dan bahkan sinar laser serta koor lagu dan nyanyian hasil koreografi, dipimpin oleh seorang CapoTifoso yang menggunakan megaphones untuk memandu selama jalannya pertandingan.

Dalam tradisi calcio, ultras adalah "baron" dalam stadion. Mereka menempati dan menguasai salah satu sisi tribun stadion, biasanya di belakang gawang, yang kemudian lazim dikenal dengan sebutan curva. Ultras tersebut menempati salah satu curva itu, baik nord (utara) atau sud (selatan), secara konsisten hingga bertahun-tahun kemudian. Utras dari klub-klub yang berbeda ditempatkan pada curva yang saling berseberangan. Selain itu, berlaku aturan main yang unik yaitu polisi tidak diperkenankan berada di kedua sisi curva itu.

Kelompok Ultras yang pertama lahir adalah (Alm.) Fossa dei Leoni, salah satu kelompok suporter klub AC Milan, pada tahun 1968. Setahun kemudian pendukung klub sekota sekaligus rival, Internazionale Milan, membuat tandingan yaitu Inter Club Fossati yang kemudian berubah nama menjadi Boys S.A.N (Squadre d'Azione Nerazzurra). Fenomena ultras sempat surut dan muncul lagi untuk menginspirasi dunia dengan aksi-aksi megahnya pada pertengahan tahun 1980-an.

Fenomena ultras sendiri diilhami dari demontrasi-demontrasi yang dilakukan anak-anak muda pada saat ketidakpastian politik melanda Italia di akhir 1960-an. Alhasil, sejatinya ultras adalah simpati politik dan representasi ideologis. Setiap ultra memiliki basis ideologi dan aliran politik yang beragam, meski mereka mendukung klub yang sama. Ultras memiliki andil "melestarikan" paham-paham tua seperti facism, dan komunism socialism.

Mayoritas ketegangan antar suporter disebabkan oleh perbedaan pilihan ideologis daripada perbedaan klub kesayangan. Untungnya, dalam tradisi Ultras di Italia terdapat kode etik yang namanya Ultras codex. Salah satu fungsi kode etik itu "mengatur" pertempuran antar ultras tersebut bisa berlangsung lebih fair dan "berbudaya". Salah satu etika itu adalah dalam hal bukti kemenangan, maka bendera dari ultras yang kalah akan diambil oleh ultras pemenang. Kode etik lainnya ialah, seburuk apapun para tifosi itu mengalami kekejaman dari tifosi lainnya, maka tidak diperkenankan untuk lapor polisi.

Dewasa ini, ultras kerap dipandang sebagai lanjutan atau warisan dari periode ketidakpastian dan kekerasan politik 1960-an hingga 1970-an. Berbagai kesamaan pada tindak tanduk mereka disebut sebagai bukti dari sangkut paut ini. Kesamaan-kesamaan itu tampak pada nyanyian lagu - yang umumnya digubah dari lagulagu komunis tradisional - lambaian bendera dan panji, kesetiaan sepenuh hati pada kelompok dan perubahan sekutu dengan ultras lainnya, dan, tentunya, keikutsertaan dalam kekacauan dan kekerasan baik antara mereka sendiri dan melawan polisi!

Ultras itu sekelompok supporter tetapi dia sangat fanatik trhadap tim yg di dukung'a.. selalu mengibarkan panji2 kebesaran tim yg mereka dukung.. mereka bukan supporter biasa yg hanya duduk dan diem aja di stadion,. tetapi mereka itu atraktif, selalu menyanyikan lagu2 buat tim'a, membawa bendera besar ke stadion, membawa Red Flare, nampilin banner yg besar di stadion, menampikan Coreography dan satu yg penting.. "MEREKA SELALU BERDIRI SELAMA MENONTON PERTANDINGAN SAMBIL BERNYANYI UNTUK MENDUKUNG TIMNYA.."

mereka tergolong supporter yang ekstrim dlm bertindak (GARIS KERAS).. mereka jg memiliki ideologi politik tersendiri yg di anut, seperti Politik Sayap Kiri atau Sayap Kanan.. yg Sayap Kiri cenderung Ekstrim dlm bertindak, smentara yg Sayap Kanan masih patuh sma aturan, gag terlalu ekstrim klo bertindak. oia, Ultras itu biasanya memiliki basis tersendiri di Stadion, seperti Ultras di Eropa , mereka selalu menetapi Tribun blakang gawang maka'a sebutan mereka adalah Curva Sud/ Curva Nord (Sud= Selatan , Nord= Utara).. gag pernah ada sebutan Curva Est dan Curva Covest..

Ultras sendiri punya kode etik di antara Ultras.. yaitu, mereka klo fight itu sifat'a open fight.. untuk merebut Banner/ bendera kebesaran yg jd simbol suatu grup Ultras.. dlm fight tersebut, mereka di larang melibatkan Polisi, karna Polisi itu HARAM.. A.C.A.B (All Cops Are Bastard)

Curva/ Tribun bagi Ultras, POLISI gag boleh masuk gan.

0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Sabtu, 24 November 2012

Diposting oleh Unknown di 20.30

Download Software IDM 6.07 Gratis [Full Version]

Browse » Home » Software » Download Software IDM 6.07 Gratis [Full Version]
download software idm 6.07 gratis full version ==> halo semua kali ini sofyan blogger akan share nich tentang download software idm 6.07 gratis full version, semua pasti sudah tahu tentang software idm 6.07 ini bukan, software idm 6.07 yang saya berikan gratis dan full version ini berfungsi untuk mempercepat download yang anda lakukan di internet, dengan menggunakan software idm 6.07 gratis ini anda dapat mendownload dengan kecepatan yang sangat mengagumkan, selain mendownload cepat software idm 6.07 full version ini juga memiliki fitur yang sangat di gemari oleh para netter yang sering download segala hal dari internet fitur tersebut adalah software idm 6.07 gratis dan fill version ini dapat pause download yang anda lakukan dan melanjutkannya kembali, walaupun download yang anda lakukan itu di pause berminggu-minggu namun software idm 6.07 gratis ini dapat melanjutkannya kembali, sangat menarik bukan, tidak hanya itu dengan sistem yang di gunakan pada software idm 6.07 full version ini yang sistemnya adalah membagi file yang di download menjadi beberapa size kemudian mendownloadnya bersama-sama, bagaimana anda menyukai fitur dari software idm 6.07 gratis ful version ini, tenang saja sofyan blogger berikan software idm 6.07 ini gratis dan full version, dan untuk membuat software idm 6.07 ini full version memiliki sedikit skill, ikuti tutor berikut :

1. download terlebih dahulu software idm 6.07 gratis full version disini 

2. ekstrak file yang anda download tadi, dengan password yang sudah saya cantumkan pada file winrar tersebut

3. install software idm 6.07 gratis yang ada di file tersebut

4. setelah selesai, matikan software yang sedang aktif dengan cara klik kanan pada icon idm 6.07 di taksbar kanan bawah pada komputer anda kemudian klik exit

5. lalu buka file SnDk&p yang sudah ada pada file wirar tadi, (matikan antivirus anda, karena file ini di anggap virus ketika anda mengeksekusinya, namun ini sebenarnya bukan virus kawan tenang saja)

6. klik patch server check, lalu copy serial yang ada di sana

7. kemudian buka kembali software idm 6.07 yang sudah anda install tadi

8. dan klik menu registration, masukkan serial yang anda copy tadi pada kolom serial, lalu email dan username terserah anda, its ok

9. klik ok, dan selesai mudah bukan.... untuk lebih jelas tentang cara menginstall software idm 6.07 gratis full version ini baca petunjuk yang telah di sertakan dalam file winrar tadi, 




sekian semoga bermanfaat...... jangan lupa follow ya.........   

0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Selasa, 20 November 2012

Tugas Mahasiswa bukan Hanya Kuliah!

Diposting oleh Unknown di 04.21

Tugas Mahasiswa bukan Hanya Kuliah!


a
Ilustrasi Orasi Mahasiswa (foto: YMF)
Jakarta – Politik layaknya air kopi, pahit namun nikmat dan diramu dengan kemahiran demi mencapai kemakmuran. Dimulai dari seluk beluk kepahitan, kebebasan dikekang, tanpa bisa berkoar menyuarakan keadilan. Nampaknya keadaan tersebut sesuai dengan kondisi mahasiswa Orde Baru yang seakan vakum dalam kegiatan oposisi.
Salah satu gerakan mahasiswa tersebut adalah kritikan terhadap pemerintah mengenai strategi pembangunan dan kepemimpinan nasional pada tahun 1977-1978. Ternyata kegiatan tersebut menjadi pemicu penyerbuan dan pendudukan militer terhadap kampus-kampus perguruan tinggi Indonesia.
Praktek restruktuisasi politik menjadi langkah yang ditempuh bapak pembangunan dengan menghapus Dewan Mahasiswa (DM) dan mengeluarkan SK Kopkamtib No Skep 02/kopkam/1978 dan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No 0156/U/1978 tentang Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK) demi membungkam kebebasan mahasiswa yang bergerak mengikuti nalar intelektualitasnya. Namun puncaknya, pada tahun 1998, persatuan mahasiswa berhasil menggulingkan rezim Orde Baru dengan libasan bertubi tanpa ampun. Raga dan ruh perjuangan menyatu demi keadilan yang sesungguhnya. Sehingga era reformasi telah digenggam dengan mulus. Sejak saat itu, mahasiswa semakin menunjukkan taringnya yang mencabik segala keputusan pemerintah yang merugikan.
Mahasiswa acapkali dianalogikan sebagai agent of change, yaitu kumpulan pemuda pencetus perubahan yang seringkali bertindak oposisi terhadap rezim yang berkuasa. Pemilik paradigma idealis yang berpikir demi pengabdian dalam masyarakat, itulah mahasiswa. Mahasiswa juga dianggap sebagai pelopor runtuhnya kekuasaan perenggut kebebasan. Sehingga banyak kalangan yang menganggap bahwa mahasiswa merupakan ancaman terhadap suatu golongan. Maka dibutuhkan pemikiran cerdas dan pengawasan dalam melakukan suatu tindakan. Mahasiswa harus tetap berpikir idealis, tanpa dipengaruhi kepentingan politik nasional tertentu.
Lalu bagaimana dengan politik kampus? Apakah ternoda layaknya dunia perpolitikan nasional? Hakikatnya, mahasiswa dan politik terpatri bagai benang kusut, sulit dipisahkan, namun tidak seratus persen menyatu. Secara tidak langsung kehidupan politik nasional membawa pengaruh besar pada kancah perpolitikan kampus. Kepemerintahan nasional acapkali sama dengan sistem kepemerintahan kampus. Sebab itu, mahasiswa selaku aktivis diharapkan menjadi pelopor perubahan yang berperan dalam pengawasan, pengabdian, serta menyuguhkan perilaku positif demi kelangsungan sistem kemasyarakatan kampus.
Peran mahasiswa sebagai pengawas berbagai kebijakan pemerintah dapat direalisasikan dengan cara pembentukkan organisasi atau aliansi yang berperan aktif dalam mengawasi dan menakar ada tidaknya keputusan yang bersifat merugikan rakyat. Oleh karena itu harapan besar membuncah tinggi pada setiap individu terhadap sepak terjang mahasiswa dalam mengusung perubahan yang lebih baik.
Namun bila kita amati, tidak semua penghuni kampus berinisiatif mendalangi lakon politik dengan memasuki salah satu partai, dan bermain adegan di sana. Terdapat mahasiswa praktisi intelektual akademisi yang berpola pikir anti politik dan anti aliansi. Padahal suatu kegiatan politik atau aliansi pun diperlukan dalam mengembangkan kecerdasan pemikiran serta menjaring sebanyaknya ilmu yang tidak didapatkan pada forum perkuliahan. Sikap apatis mereka cenderung mengaliensi diri dari hiruk pikuk hegemoni, memandang sambil mengernyitkan dahi terhadap apa itu tindakan oposisi.
Bila kita maknai lebih dalam, kontribusi kita terhadap kancah perpolitikan sebenarnya diperlukan dalam menempatkan diri terhadap kehidupan sesungguhnya. Seorang individu tidak hanya dapat dikatakan sukses apabila dia hanya mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi, namun juga kepiawaian olah diri dalam membawakan kepribadian yang dapat membaur pada lingkungan sekitar juga dinilai penting.
Seluk beluk perpolitikan dalam ranah kampus memang belum dipahami secara merata oleh mayoritas mahasiswa, padahal kampus merupakan pusat intelektualitas, tempat pengembangan ranah pemikiran dan tindakan. Tidak hanya berharap IPK tinggi, namun dapat pula berkontribusi dan ikut andil terhadap pemecahan masalah di negeri ini. Lalu, apa pula yang menyebabkan mahasiswa cenderung apatis terhadap kegiatan baik perpolitikan maupun organisasi? Terdapat dua asumsi yang dinilai menjadi tembok besar penghalang mahasiswa untuk aktif di ranah kampus.
Pertama, takut akan suatu hal yang baru. Lingkungan universitas kadang membuat tercengang bagi mata yang baru melihatnya. Bila dahulu hanya berada dalam lingkup sekolah, kini dibuat heran dan ternganga dengan banyaknya organisasi hingga adanya sistem perpolitikan yang merupakan duplikat politik nasional. Di sini selayaknya kita sebagai mahasiswa selayaknya memiliki keingintahuan tinggi terhadap suatu organisasi kampus, tidak apatis dan harus berani mencoba.
Kedua, paradigma IPK besar tanda kesuksesan. Sebagian mahasiswa cenderung berlomba demi meraih prestasi di atas bangku perkuliahan dengan harapan dapat memetik kesuksesan. Mereka berasumsi akan mudah menduduki jabatan pada pekerjaan apabila mengantongi IPK tinggi. Namun alangkah baiknya bila di samping itu, terdapat pula kontribusi dan keaktifan di sela aktifitas perkuliahan. Tidak sedikit para aktifis kampus yang dengan mudah mengenyam kesuksesan, dan banyak pula para pemilik IPK tinggi yang terpuruk akibat menganggur.
Mahasiswa sebagai agent of change selayaknya tidak menjadi mahasiswa yang apatis, mencari ilmu tidak hanya terpaku pada petuah dosen dan IPK tinggi. Carilah ilmu layaknya orang yang kehausan di padang pasir, ketika terlihat air, ditelan habis sampai ke sumbernya.

*) Penulis adalah Peserta Akademi Jurnalis – SuaraJakarta.com
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Kebebasan dan Kewaspadaan Mahasiswa

Diposting oleh Unknown di 04.18

Mahasiswa antara Kebebasan dan Kewaspadaan

Mahasiswa antara Kebebasan dan Kewaspadaan. Topik ini diangkat berdasarkan pengalaman saya selama berada dilingkungan Perguruan Tinggi (Universitas Trunojoyo Madura08) kurang lebih 4 tahun lamanya. Diangkatnya topik ini bukan bermaksud menggurui kawan-kawan Mahasiswa yang masih aktif kuliah. Tidak lain dan tidak bukan diangkatnya topik ini adalah hanya sekedar berbagi hasil sebuah analisa terhadap dinamika dan pengalaman. Empat tahun saya berada di Perguruan Tinggi mungkin belum cukup untuk berbicara soal Mahasiswa. Dan saya yakin masih banyak kawan-kawan yang lain yang mempunyai pengalaman lebih daripada saya, dan lebih pantas untuk berbicara soal ini. Namun prinsipku berkata, bahwa untuk berbagi tidak perlu menunggu banyak. Berbagi apa yang dapat dibagikan kepada orang lain saat ini, adalah awal untuk mendapatkan hal yang lebih besar dimasa yang akan datang. Prinsip inilah yang menginspirasi saya untuk menulis topik ini.
Ketika mendengar kata-kata Mahasiswa, pradigma yang muncul dibenak Masyarakat adalah seakan segala macam bentuk persoalan bergantung padanya. Masyarakat sangat yakin bahwa Mahasiswa bisa ikut andil dalam mengatasi segala bentuk persoalan yang ada. Pradigma seperti ini sudah tertanam sejak dahulu kala hingga sekarang. Dan pada prinsipnya Masyarakat wajar mempunyai pradigma seperti ini, karena Mahasiswa adalah mediator antara Masyarakat dan penguasa. Dalam catatan sejarah sudah terlalu banyak yang menyebutkan peran Mahasiswa dalam menentukan arah perjalanan Bangsa ini.
Pada bulan Maret kemarin, ketika Pemerintah merencanakan kenaikan harga BBM bersubsidi, Mahasiswa berada dibarisan paling depan melakukan demonstrasi besar-besaran untuk menolak rencana pemerintah itu. Terlepas itu murni membela kepentingan Rakyat atau hanya sekedar menjadi budak para elit politik, yang jelas Mahasiswa sudah dipandang bisa untuk ikut serta dalam mengontrol perjalan Bangsa tercinta ini. Wahai kawan-kawan Mahasiswa, inilah pradigma baik dan harapan yang muncul di Masyarakat. Lalu bagaimanakah kehidupan kita dikampus, apakah budaya yang kita jalani sudah siap menjawab semua itu?
Disadari atau tidak, prestasi yang diraih Mahasiswa yang sampai mengundang pradigma tersendiri kepada Maysarakat. Adalah pergerakan-pergerakan yang bersifat kolektif atau pergerakan yang dilakukan secara bersama-sama antara Mahasiswa dan yang lainnya. Dalam artian bukan lantas tidak prestasi yang diraih secara Individu. Dalam tulisan ini saya fokuskan kepada pembahasan tentang sikap Mahasiswa secara peribadi. Dengan harapan semoga dengan adanya sedikit tetesan tinta ini akan menjadi gambaran dan evaluasi tersendiri. Baik secara moral maupun secara potensi akademik. Dalam topik iniMahasiswa antara Kebebasan dan Kewaspadaan ada tiga poin penting yang perlu dibahas, yaitu: Mahasiswa, Kebebasan, dan Kewaspadaan. Diatas saya sudah memberkan gambaran terkait dengan Mahasiswa itu sendiri dimata Masyarakat.
Selanjutnya saya ingin mengupas tentang kebebasan. Terkait dengan pola kehidupan Mahasiswa ada dua kategori bebas, pertama bebas dari pantauan orang tua (bagi yang kontrak atau kos), yang kedua ini bebas versi mereka yaitu bebas dari peraturan mengikat.Mereka beranggapan ini tidak lagi seperti masa-masa SMA yang semuanya harus sesuai aturan. Versi yang kedua inilah yang menyebabkan mereka terbawa pada kondisi tidak aman. Dunia kampus tidak seperti yang kita bayangkan. Kampus adalah lembaga pendidikan formal yang mempunyai visi dan misi mulia yang harus dicapai.Dan tentunya untuk mencapai semuai itu dibutuhkan sebuah peraturan atau rel yang mengaturnya.
Kampus adalah jenjang pendidik tertinggi. Dari sinilah arah masa depan pemuda dapat diterpa. Kampus bukan penentu masa depan, hanya saja sebagai mediasi untuk pembentukan karakter dan potensi diri. Nasib masa depan tetap berada ditangan Mahasiswa. Sukses atau gagal kitaalah yang menentukannya. Ada pesan menarik yang perlu saya tulis disini. Dulu waktu saya SMP guru bahasa Indonesia pernah berpesan kepada saya. Pesannya kurang lebih seperti ini Sur, kuliah itu enak tapi jangan diambil enak atau dalam bahasa Maduranya Kuliah reah nyaman tape jak man kanyaman dalam bahasa sederhananya adalah kuliah itu santai tapi tetap harus melaksanakan tugas sebagai seorang pelajar.
Terakhir, perlu saya tegaskan kebali dalam tulisan ini. Perguruan tinggi adalah jenjang pendidikan yang terkahir, setelah ini tidak ada kesempatan lagi untuk belajar. Untuk menghindari dari hal-hal yang tidak diinginkan Ada dua hal penting yang harus diwaspadai. Pertama: ditengah kebebasan dari pantauan orang tua kita harus sadar diri. Bahwa kita datang keperguruan tinggi adalah untuk memperbaiki moral, sikap, atau perilaku. Jangan sampai perpisahan dengan orang tua dijadikan moment untuk memanfaatkan masa-masa muda pada hal-hal yang nigatif. Yang kedua adalah cara belajar yang baik. Setelah title sarjana kita raih kita dihadapkan pada kondisi nyata dilapangan. Disana yang dibutuhkan Cuma satu, yaitu potensi keilmuan yang kita miliki. Jika potensinya bagus maka lapangan pekerjaan yang menunggu kita. Tapi jika sebaliknya, jangan salahkan siapa-siapa jika kita kebingungan mencari pekerjaan.
Udah dulu ya, sangat panjang nech artikelnya. Satu kali artikel ini saya buat sebagai bahan gambaran dan evaluasi khususnya kepada diri saya sendiri. Semoga bermanfaat.
Masukan dari anda adalah cermin penting buat saya. Salam blogger.
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Postingan Lebih Baru Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Blog Archive

  • ▼  2012 (10)
    • ▼  Desember (1)
      • Brigata Curva Sud PSS Sleman : Anomali Suporter K...
    • ►  November (9)
      • Kepedulian Brigata Curva Sud
      • <!--[if !mso]> v\:* {behavior:url(#default#VML);}...
      • ...
      • ...
      •   ...
      • Arti Ultras Dalam Sporter Sepak Bola ...
      • Download Software IDM 6.07 Gratis [Full Version] ...
      • Tugas Mahasiswa bukan Hanya Kuliah!
      • Kebebasan dan Kewaspadaan Mahasiswa

Followers

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

Iwan Fals - Ibu

www.ex-musik.blogspot.com
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

  • ▼  2012 (10)
    • ▼  Desember (1)
      • Brigata Curva Sud PSS Sleman : Anomali Suporter K...
    • ►  November (9)
      • Kepedulian Brigata Curva Sud
      • <!--[if !mso]> v\:* {behavior:url(#default#VML);}...
      • ...
      • ...
      •   ...
      • Arti Ultras Dalam Sporter Sepak Bola ...
      • Download Software IDM 6.07 Gratis [Full Version] ...
      • Tugas Mahasiswa bukan Hanya Kuliah!
      • Kebebasan dan Kewaspadaan Mahasiswa
 

© 2012 My Web Blog
designed by Afiq Adde Afrizal Website Templates | Bloggerized by Afiq Adde Afrizal | afiqafrizal.blogspot.com